Dampak Algoritma Media Sosial terhadap Eskalasi Disinformasi dan Polarisasi Opini Publik
DOI:
https://doi.org/10.36782/latihan.v1i1.657Keywords:
Media Sosial, Disinformasi, Algoritma, Polarisasi, Literasi DigitalAbstract
Perkembangan teknologi informasi telah menggeser paradigma konsumsi berita dari media konvensional ke media sosial. Namun, transisi ini membawa tantangan serius berupa penyebaran disinformasi yang masif. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana mekanisme algoritma media sosial berkontribusi terhadap penyebaran informasi palsu dan pembentukan filter bubbles. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa algoritma yang memprioritaskan engagement cenderung mengamplifikasi konten kontroversial dan emosional, yang sering kali merupakan disinformasi. Dampaknya meliputi peningkatan polarisasi sosial dan degradasi kepercayaan publik terhadap institusi formal. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi digital dan regulasi platform menjadi urgensi dalam memitigasi risiko tersebut.
Downloads
References
Bennett, W. L., & Livingston, S. (2021). The Disinformation Age: Politics, Technology, and Disruptive Communication in the United States. Cambridge University Press.
Cinelli, M., et al. (2021). "The Echo Chamber Effect on Social Media". Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS).
Kemenkominfo RI. (2023). Laporan Tahunan Sebaran Hoaks dan Literasi Digital Indonesia. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Lazer, D. J., et al. (2018). "The Science of Fake News". Science Journal, 359(6380), 1094-1096.
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information Disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policymaking. Council of Europe.
Vosoughi, S., Roy, D., & Aral, S. (2018). "The spread of true and false news online". Science, 359(6380), 1146-1151.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Latihan UBakrie

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.