Fashion Korean Style Sebagai Gaya Hidup Dan Identitas Remaja Indonesia Penggemar K-Pop: Analisis Cultural Studies
Keywords:
Cultural Studies Theory, Korean Wave, Fashion, Identitas, HegemoniAbstract
Fenomena Korean Wave (Hallyu) telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan remaja di Indonesia, terutama dalam hal fashion yang dikenal dengan Korean style. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Korean style diproduksi, direpresentasikan, dan diinternalisasi oleh remaja Indonesia melalui kerangka Cultural Studies. Metode kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap tiga mahasiswa penggemar Korean style digunakan untuk menggali makna subjektif dari pengalaman mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Korean style bukan sekadar tren estetika, melainkan bagian dari praktik budaya yang sarat makna, ideologi, dan relasi kuasa. Pertama, budaya populer Korea telah menembus kehidupan sehari-hari remaja, memengaruhi gaya berpakaian, identitas, dan cara mereka mengekspresikan diri. Kedua, terdapat relasi hierarkis antara idol dan penggemar, di mana penggemar berada pada posisi subordinat tetapi tetap menunjukkan agensi dengan melakukan adaptasi dan resistensi. Ketiga, produksi, representasi, dan ideologi berperan penting dalam penyebaran Korean style: industri hiburan Korea memproduksi tren, media merepresentasikan Korea sebagai pusat modernitas, dan ideologi menormalisasi standar estetika tertentu yang diinternalisasi penggemar. Temuan ini memperlihatkan bahwa Korean style berfungsi sebagai instrumen soft power Korea Selatan sekaligus arena negosiasi identitas bagi remaja Indonesia. Rekomendasi penelitian menekankan pentingnya literasi media dan budaya agar remaja mampu menjadi konsumen kritis, serta perlunya keterlibatan orang tua, pendidik, dan pemerintah dalam mendampingi fenomena ini agar memberi kontribusi positif bagi pembangunan budaya dan identitas generasi muda.
Downloads
References
Craig, R. T. (1999). Communication theory as a field. Communication Theory, 9(2), 119–161. https://doi.org/10.1111/j.1468-2885.1999.tb00355.x
Gramsci, A. (1971). Selections from the prison notebooks. New York, NY: International Publishers.
Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. London: Sage.
Jin, D. Y. (2016). New Korean Wave: Transnational cultural power in the age of social media. Urbana, IL: University of Illinois Press.
Jung, S. (2009). The shared imagination of Bishōnen, pan-East Asian soft masculinity: Reading DBSK, Youtube.com and Multiply.com. Intersections: Gender and Sexuality in Asia and the Pacific, 20, 1–27.
Kartika, R. (2023). Pengaruh Korean Wave terhadap identitas remaja di Indonesia. Jakarta: UI Press.
Kim, Y. (2007). The rising East Asian "wave": Korean media go global. Global Media Journal, 6(10), 1–16.
Lie, J. (2012). What is the K in K-pop? South Korean popular music, the culture industry, and national identity. Korea Observer, 43(3), 339–363.
Muhaditia, A., Putri, R., & Lisnawaty, A. (2022). Korean Wave dan preferensi fashion remaja Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, 14(2), 112–124.
Nye, J. S. (2004). Soft power: The means to success in world politics. New York, NY: Public Affairs.
Robertson, R. (1995). Glocalization: Time-space and homogeneity-heterogeneity. In M. Featherstone, S. Lash, & R. Robertson (Eds.), Global modernities (pp. 25–44). London: Sage.
Storey, J. (2018). Cultural theory and popular culture: An introduction (8th ed.). New York, NY: Routledge.
West, R., & Turner, L. H. (2013). Introducing communication theory: Analysis and application (5th ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
West, R., & Turner, L. H. (2018). Introducing communication theory: Analysis and application (6th ed.). New York, NY: McGraw-Hill Education.
Wicaksono, B. (2021). Korean fashion dan kepercayaan diri remaja Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Won So, J. (2020). Global reach of K-pop on YouTube. Statista Research Department. Retrieved from https://www.statista.com/statistics/1096839/kpop-youtube-views-country/.

