Mendiagnosis Adiksi Internet: Telaah Kritis Melalui Debat Psikologi Komunikasi
Keywords:
Adiksi Internet, Psikologi Komunikasi, Mood Modification, Kesehatan MentalAbstract
Fenomena adiksi internet telah menjadi isu global yang semakin mengkhawatirkan seiring dengan meningkatnya penetrasi teknologi digital. Artikel ini membahas adiksi internet melalui perspektif psikologi komunikasi dengan menekankan keterkaitannya terhadap kesehatan mental, relasi sosial, pendidikan, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Adiksi internet dipahami sebagai perilaku adiktif non-zat yang ditandai dengan mood modification, loss of control, dan relapse, yang diperkuat oleh desain media digital serta rendahnya literasi digital. Data global menunjukkan prevalensi adiksi internet pada remaja berkisar 7–17%, dengan tren serupa juga ditemukan di Indonesia. Dari sisi sosial, fenomena ini memicu isolasi sosial, konflik keluarga, hingga penurunan empati. Di ranah pendidikan, adiksi internet berimplikasi pada rendahnya motivasi, gangguan konsentrasi, serta penurunan prestasi akademik. Perspektif psikologi komunikasi membantu memahami bahwa adiksi internet bukan sekadar masalah biologis atau medis, melainkan juga hasil dari dinamika komunikasi digital yang membentuk identitas diri, regulasi emosi, serta keterampilan interpersonal. Implikasi fenomena ini terkait langsung dengan SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 10 (Berkurangnya Ketidaksetaraan). Artikel ini menegaskan perlunya intervensi multidimensional melalui literasi digital, pendidikan karakter, komunikasi keluarga yang sehat, serta kebijakan publik yang mendukung kesehatan mental dan pendidikan. Dengan pendekatan komprehensif, internet dapat dikelola bukan sebagai sumber masalah, tetapi sebagai sarana strategis untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Downloads
References
Griffiths, M. D. (2017). Internet addiction: Conceptual, methodological, and clinical issues. Addiction, 112(1), 5–10. https://doi.org/10.1111/add.13556
Khantzian, E. J. (2017). The self-medication hypothesis of substance use disorders: A reconsideration and recent applications. Harvard Review of Psychiatry, 25(2), 98–104. https://doi.org/10.1097/HRP.0000000000000125
Koob, G. F., & Volkow, N. D. (2016). Neurobiology of addiction: A neurocircuitry analysis. The Lancet Psychiatry, 3(8), 760–773. https://doi.org/10.1016/S2215-0366(16)00104-8
Lozano-Blasco, R., Latorre, P., & Cortes, A. (2022). Screen addicts: A meta-analysis of internet addiction in adolescence. Child & Youth Services Review, 133, 106343. https://doi.org/10.1016/j.childyouth.2021.106343
Marlatt, G. A., & Gordon, J. R. (1985). Relapse prevention: Maintenance strategies in the treatment of addictive behaviors. New York, NY: Guilford Press.
Ozuysal, M., Karaman, G., Yildiz, M., & Cakir, O. (2024). Assessment of the relationship between internet addiction, sleep quality, and psychological well-being in adults. Behavioral Sciences, 14(2), 113. https://doi.org/10.3390/bs14020113
Pontes, H. M., Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2015). Clinical psychology of internet addiction: Conceptualization, prevalence, neuronal processes, and implications for treatment. Neuropsychiatric Disease and Treatment, 11, 1891–1900. https://doi.org/10.2147/NDT.S78912
Wang, Y., Zeng, Y., Li, C., & Ning, G. (2024). Internet addiction and interpersonal relationships: Social cognitive impairment. Behavioral Sciences, 14(5), 288. https://doi.org/10.3390/bs14050288
World Health Organization. (2018). Gaming disorder: ICD-11 classification of mental and behavioural disorders. Geneva, Switzerland: WHO. Retrieved from https://www.who.int
World Health Organization. (2024, September 25). Teens, screens and mental health. WHO Regional Office for Europe. Retrieved from https://www.who.int/europe/news/item/25-09-2024-teens--screens-and-mental-health
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). (2023). Laporan survei internet APJII 2023. Jakarta: APJII. Retrieved from https://apjii.or.id.

